'/> Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pasca Bulan Puasa Ramadan - Wall Alcove

Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pasca Bulan Puasa Ramadan

Pola Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang Pasca Bulan Puasa Ramadan

TEMPO.CO , Jakarta - Selama Ramadan , ada beberapa kebiasaan yang biasanya tidak dilakukan di bulan-bulan lainnya, namun lebih baik diikuti dalam jangka panjang dengan pola makan seimbang .

Kebiasaan ini baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Banyak makanan dan jajanan yang dihidangkan terutama saat lebaran.

Dr mengutip sebuah pernyataan. Ida Gunawan, Wakil Presiden Perhimpunan Ahli Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) di Jakarta, mengatakan kepada Antara News bahwa masyarakat disarankan untuk menjaga pola makan seimbang setelah Idul Fitri.

Apa itu gizi seimbang?

Ida mengingatkan pentingnya mengatur pola makan dengan jenis makanan yang baik untuk tubuh.

Menurut Pedoman Gizi Setara yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. 41 tahun 2014, Ida menyatakan bahwa setengah dari piring harus diisi dengan sayuran dan buah-buahan, yaitu seperempat dari jumlah yang mengandung protein dan seperempat dari karbohidrat kompleks.

Berikut juga beberapa tips menjaga pola hidup sehat pasca LeBron, dikutip Antara News.

Diet seimbang

Untuk makanan sehari-hari, ahli diet di Rumah Sakit Pondak Indah merekomendasikan untuk memilih makanan berprotein tinggi lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit dan telur.

Untuk makanan yang dibatasi, seperti makanan manis, bertepung dan berlemak seperti gorengan. Penggunaan daging merah diperbolehkan tetapi dibatasi satu atau dua kali seminggu.

Selain fokus pada kuantitas, jadwal makan yang teratur juga dianjurkan. Termasuk tiga hidangan utama dan tiga komposisi lapar. “Sarapan jam 7, snack jam 10, lalu makan siang jam 13:00, sarapan jam 16:00 dan makan malam jam 19:00 Kalau masih lapar, bisa snack setelah makan malam,” misalnya Ida. .

Model aktivitas olahraga

Selain menjaga pola makan yang seimbang dan terencana, Ida berpesan tetap aktif dan jangan malas atau lamban untuk beraktivitas.

Meski tidak melakukan aktivitas ringan, Anda bisa melakukan kardio ringan 150-300 menit per minggu atau 3-5 kali per minggu.

Ringan juga bisa dibuat dengan berat sekitar 1-2 kg. Situs lain yang dikutip oleh Omniyat Al Hazari, direktur eksekutif Pusat Kesehatan Masyarakat Abu Dhabi, mengatakan berdiri bergerak dapat menjaga sistem kardiovaskular dan persendian Anda tetap sehat.

Cara hidup yang lain

Tidak hanya pendidikan yang baik tetapi kewaspadaan dan dedikasinya juga sangat dibutuhkan. Bagi yang bekerja dari rumah, kata Ida, pastikan tidurnya cukup, sekitar 7-9 jam. Hindari juga stres, rokok dan alkohol serta selalu berpikir positif.

Hazari menambahkan, puasa setelah lebaran seringkali menjadi pertimbangan, bahkan mengingat puasa dapat meningkatkan kesehatan dan kondisi fisik.

Selain itu, puasa dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi peradangan atau peradangan, meningkatkan fungsi jantung dan otak, serta menurunkan berat badan. Secara alami disertai dengan diet seimbang .

Tata Verliana

Baca lebih lanjut: Apa penyebab penyakit saraf degeneratif dan bagaimana cara mencegahnya?

Link copied to clipboard.